blooghood
.Jabotabek. .Aan. .AbhiCom. .Abdul Azis. .Abinummi. .Abu Iffah. .Abu Rasyidin. .Adhika. .Adi Gia. .Agi Subagio. .Agung Rohmat. .Agung Yuniardi. .Ahmad Suwandi. .Aisyah. .Akhdian. .Andips. .Annisa. .Aresto. .Ariyanti. .Arul Khana. .Attin Utoro. .Bayu G. .Bunda Mentari. .Danang P. .Dany. .Debby. .Deddy. .Desi. .Dekretno. .DH Devita. .Dino. .Durre. .Edi Pur. .Elah Alifia. .Emil. .Erwin. .Eva. .Fathy. .Febi Robianti. .Feli. .Firman. .Fitri. .FKM-C. .Gina. .Gita Asmarani. .Gusprie. .Hanny. .Hanum. .Hasan. .Hari Nugroho. .Hendra. .Hendri. .Herman. .Husein. .Husnul. .Ietja. .Ihsan Muhadjirin. .Iko. .Ilalangliar. .Ima. .Imas. .Inong. .Ira Naulita. .Irma. .Iswanti. .Jonru. .Khalily. .Koko. .Kosi. .Lies. .Lili. .Linda. .Linda Satari. .Lusiawati. .Lucky. .Made. .Malik. .Maris. .Mataharitimoer. .Merah Senjakala. .Mimin. .Muhandis. .Muji. .Mustoyo. .Nina. .Nining. .Nofriza. .Novidzulfikri. .Nur S. .Nuri. .Ozzan. .Olieds. .Pipiet Senja. .Pray. .Putri. .Rahma. .Rahman. .Renha. .Rina. .Selo Widono. .Septina. .Sohibi. .Supriyatna. .Sya. .Syamsudin. .Tary. .Tia Bintari. .Tisha. .Tiza. .Tomy. .Tuti. .tYo. .Umi. .Ummu Aqobah. .Vavai. .Vera. .Verry. .Vita. .Vita Novianti. .Wahyu Annisha. .Wawan. .Winnie. .Yannie. .Yayan. .Yentri. .Yrenn. .Yusi. .Zein. .Jabar. .Aaisyah. .Adionggo. .A Hadiana. .Arvendap. .Asti. .Aty. .Bara Syuhada. .Chandra. .Cold. .Devi. .Dina. .Gitafh. .Hani. .Ian. .Imay. .Irvan. .Kusnandar. .Mpit. .Nie Troozz. .Nimas P. .Nursofia. .Nukla. .Rela. .Rita. .Roel. .Ruanee. .Ryu Tri. .San2net. .Shinta. .Ucupst. .Wisya. .Yanti. .Yosi. .Yoyo. .Zaki. .Yogyakarta. .Ahlul. .Ahmad. .Amma. .Anto. .Arifiani. .ARS. .Budi. .Danang. .Diah. .Eloque. .Frenky. .Jaka Susila. .Munajat. .Puji Astuti. .Resi. .Rhomayda. .Ronny H. .Ryan. .Yudi. .Yulie. .Zenit. .Jateng. .Adi Toha. .Andres. .Areev. .Bhowo. .Doddy. .Imponk. .Ipunk. .Kaze. .Mas Qowi. .Muyasa. .Ombolot. .Penaku. .Sandi. .Sendy. .Sugeng. .Tyo. .Win. .Jatim. .Achedy. .Agus. .Anny. .Anshori Rizal. .Aris. .Bunda Shafiya. .CT. .Foens. .Heru. .Ida. .Ipul. .Jainudin. .Kusaeni. .Lintang. .Nike Trisdiana. .Rifqa. .Surya. .Bali-NTB. .Elka. .Hani. .Sumatera. .Airin. .Ali Asnawi. .Arbi. .deRegen. .Dolla Indera. .Edi Sutoyo. .Evy. .Ismie. .Kaiyo. .Kasmawaty. .Rini A. .Suci. .Kalimantan. .M Azhar. .Henri. .Riza Nopinilianti. .Sulawesi. .Ardin. .Sugi. .Ucha. .Uga. .Australia. .Dini. .Guruh. .Nadia. .Zul. .USA. .Aria. .Belanda. .Dessy. .India. .Ikhsan. .Lisa. .Jerman. .Aksara Kauniyah. .Ali Irawan. .Ari. .Emil. .Ririn. .Tira. .Zubia's Mom. .Jepang. .Ami. .Andian. .Ardhia. .Arida. .Ayu Purwa. .Djito. .Elsa Elmira. .Ika Zakiyyah. .Ivan. .Mama Yomori. .Maruf. .Maya. .Rieska. .Sayyidah. .Safarindiyah. .Titin. .Ummuthoriq. .Malaysia. Arryssa - Alaieffa- Amiza Khusyri- Ayah Abdullatip - Ghafirah Idris - IceCream - Kak Sri Diah - Katarsis - Mamat - Mely - Nimoiz T.Y - Nisah Haron - Salina Ibrahim - Saleha Ahmad - Zuril - Zahrah Nawawi - .Imay. .Pakistan. .Titi. .Singapura. .Unisa. .Yudith F. .Bosnia. .Retno. .Mesir. .Wasugi. designhood
Mandarin Desaign Design Blogdrive bannerhood
|
setitik jeda ...
Bahwa Media Relations berdasarkan pada relasi antara individu atau
organisasi/perusahaan dengan media. Media Relations adalah relasi yang
dibangun dan dikembangkan dengan media untuk menjangkau publik guna
meningkatkan pencitraan, kepercayaan, dan tercapainya tujuan-tujuan
individu maupun organisasi/perusahaan. CD Media Relations
Handook ini membantu Anda para praktisi Public Relations maupun
pelaksana Media Relations baik di lembaga pemerintahan, perusahaan
swasta, pranata humas lembaga, organisasi masyarakat, NGO, dan
sebagainya. CD Media Relations Handook berisi Public Relations dalam Komunikasi
Krisis – Strategi Media Relations – Mengelola Hubungan dengan Media –
Berahdapan dengan Jurnalis – Panduan Menulis Rilis – Menulis Berita –
Dasar-dasar Jurnalistik – Kode Etik Jurnalistik – Bahasa Jurnalistik -
Software Menulis Surat – PDF Reader – Alamat Media di Indonesia – Blog
Public Relations – Menulis Blog untuk Media Relations – Cultural and
Media Studies e-Book dan lain sebaginya. Yang pasti, ini akan menuntun Anda dalam MEDIA RELATIONS WRITING! Di dalam paket ini juga tersedia modul Media Relations yang akan
menuntun Anda langkah demi langkah untuk menguasai teori sekaligus
praktik Media Relations. —————————————- BONUS : Anda juga dapat melakukan konsultasi
GRATIS selama 1 [SATU] TAHUN penuh dengan praktisi media relations
berpengalaman dan sekaligus kalangan akademisi pemegang master
jurnalistik, dan kandidat doktor kajian media. Lebih dari 10 tahun
bekerja sebagai manajer public relations baik di perusahaan swasta
maupun lembaga swadaya masyarakat. —————————————– Bagaimana Anda bisa mendapatkannya? Pertama, daftarkan diri Anda dan lamat pengiriman ke redaksi @ menulisyuk.com Kedua, transfer jumlah uang sesuai harga CD
(rp.100.000) ke rekening… BCA KCP Sunrise Garden No Rek 6500067274
atas nama Rully Nasrullah Ketiga, setelah dikonfirmasi transfer pembayaranbaik melalui email maupun sms dan telepon maka CD akan segera dikirim Saatnya Anda seakrang menjadi pelaksana media relations yang profesional! ——————————————————————————– MENULISYUK KOMUNIKATA p. 0812 8749 407 Ini adalah daftar dari 10 hal yang nggak mungkin salah satunya
pernah menimpa Anda, entah itu penulis pemula maupun penulis yang udah
nggak pemula lagi 1. Tidak pernah memberi kabar nasib naskah. Sesuai janji atau
promosi yang sering dilakukan penerbit “naskah akan dinilai dan
dikabari minimal satu bulan sampai tiga bulan”, tetapi udah
berbulan-bulan kabar angin pun tidak ada. 2. Hilang ditelan bumi. Dulu awalnya sering nelpon, eh pas naskah di
tangan sang penanggung jawab hilang ditelan bumi. Jangankan diangkat
telpon, sms atawa email pun nggak di balas. Pas disamperin ke kantor
penerbitnya; bilang nggak adalah, udah pindah lah, inilah… itulah… Eh,
pas ketemu di pameran buku tu orang pasang wajah nggak berdosa… 3. Tak jadi terbit walau sudah tanda tangan perjanjian. Ini lebih
menyesakkan lagi, udah tanda tangan perjanjian eh tahu-tahu dikasih
kabar bukunya nggak jadi terbit. Padahal naskah itu sudah setahun
nginep di penerbit. “maaf ya, karena kebijkan akhirnya naskah Anda kami
batalkan terbitnya. Anda boleh kok nawarin ke penerbit lain.” 4. Pesen pepesan kosong. Ada penerbit yang mesen ini dan mesen itu.
Sebagai penulis (apalagi pemula) percaya aja dengan pesen itu. Nah,
setelah naskah jadi, malah nggak tahu kabarnya lagi. 5. Diplomasi yang bikin basi. “Coba deh Anda tulis dulu naskahnya.
Ntar kita baca.” Maka si penulis buatlah naskah itu dengan serius,
berbulan-bulan, menghabiskan modal, tenaga, dan tentu saja pikiran. Pas
jadi, jawabannya “wah, nggak asik nih naskah. Kita tolak.” Duh, kenapa
ngga dari awal bilang kalo penerbit nggak bisa janji, tapi semua akan
diberlakukan sama bahwa naskah yang dinilai adalah naskah yang sudah
ada/jadi. 6. Nggak pernah ngasih laporan. Ini banyak banget penerbit yang
melakukan ini. Buku udah terbit, tapi laporan sekalipun nggak pernah
ada. Jangankan royalti, harapan denger kabar berapa yang terjual pun
nggak pernah. 7. Terlambat bayar hak penulis. Kalo udah minta naskah, bisa sehari
beberpa kali nelpon. Kalo minta revisi, SMS pasti nyerang terus. Eh,
pas ditagih pembayarannya… bilangnya tar sok - tar sok… 8. Laporan ganda yang bayarnya kecil aja. Ini soal kejujuran laporan
penjualan penerbit. Penulis kadang dibohongi dengan penjualan resmi,
mereka hanya dapat penjualan fiktif yang jelas-jelas serapannya kecil
dan dampaknya royalti yang diterima pun kecil banget. 9. Yang tak jelas nasibnya. Buku sudah dicetak, sudah ada di pasar,
sudah bertahun-tahun berlalu tapi tetap saja ada yang nggak jelas nasib
buku itu selanjutnya. Tidak pernah ngasih kabar bagaimana kelanjutan
kerjasama soal buku itu. Eh, tahunya denger kabar perusahaannya udah
bangkrut, eh tahunya udah ganti nama penerbit, eh tahunya udah ganti
kepemilikan, namun tetep saja nasib penulis nggak pernah dikasih kabar
apapun. 10. Dipimpong melulu. Mungkin memang haknya menanya soal naskah, dan
ansibnya tapi selalu aja jadi bulan-bulanan di pimpong. Hari ini nanya
kepada si A dikasih tahu “tanya si B”. Besok nanya si B eh dibilang
“wah itu urusan si C”… sampai pada “eh, maaf si A kemarin udah pindah
kerja, jadi naskahnya kita baca lagi”. Deziiiiiiiiiiggg 11. Penulis dikenai kewajiban menjual beberapa ratus eks buku dan
itu sudah menjadi kewajiban penulis. Nah lo, susah ngomong deh… 12. Bermain-main dengan surat perjanjian. Misalnya aja nih ya
“Royalti akan dibayarkan kalo buku sudah kejual sebanyak 100 eks”.
Bayangkan kalo selama 2 tahun buku yang kejual cuma 99 eks aja… sampai
kapan juga tu royalti nggak bakal nongol Ini baru satu pasal, belum
pasal yang lain…. soal pajak buku yang dibebankan ke penulis, soal hak
melihat prof awal sebelum dicetak, soal jumlah pembayaran, soal… soal… 13. Tidak pernah membayar royalti dan hak naskah. Ini udah jelas, nggak perlu diperjelas lagi. Nah, buat Anda penulis (pemula) yang punya pengalaman menyebalkan
berkaitan dengan naskah dan hubungan ke penerbit, sila kirim pengalaman
Anda itu ke redaksi@menulisyuk.com ( redaksi at menulisyuk dot com), 10
tulisan menarik akan mendapatkan Paket Buku, CD Writers Marketing
seharga Rp100.000 dan Voucher HP Rp10.000. Tulisan yang Anda kirim akan dipublikasikan di www.menulisyuk.com
sebagai artikel yang bisa diakses semua penulis dan menjadi bahan
renungan penerbit. Fasilitator/Pembicara Pelaksanaan : Minggu,06 Juli 2008,Pkl 09.00 wib–selesai Pendaftaran : Rp 65.000, |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||