novelisblog

my book

email me

<< September 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30

   


blooghood

.Jabotabek. .Aan. .AbhiCom. .Abdul Azis. .Abinummi. .Abu Iffah. .Abu Rasyidin. .Adhika. .Adi Gia. .Agi Subagio. .Agung Rohmat. .Agung Yuniardi. .Ahmad Suwandi. .Aisyah. .Akhdian. .Andips. .Annisa. .Aresto. .Ariyanti. .Arul Khana. .Attin Utoro. .Bayu G. .Bunda Mentari. .Danang P. .Dany. .Debby. .Deddy. .Desi. .Dekretno. .DH Devita. .Dino. .Durre. .Edi Pur. .Elah Alifia. .Emil. .Erwin. .Eva. .Fathy. .Febi Robianti. .Feli. .Firman. .Fitri. .FKM-C. .Gina. .Gita Asmarani. .Gusprie. .Hanny. .Hanum. .Hasan. .Hari Nugroho. .Hendra. .Hendri. .Herman. .Husein. .Husnul. .Ietja. .Ihsan Muhadjirin. .Iko. .Ilalangliar. .Ima. .Imas. .Inong. .Ira Naulita. .Irma. .Iswanti. .Jonru. .Khalily. .Koko. .Kosi. .Lies. .Lili. .Linda. .Linda Satari. .Lusiawati. .Lucky. .Made. .Malik. .Maris. .Mataharitimoer. .Merah Senjakala. .Mimin. .Muhandis. .Muji. .Mustoyo. .Nina. .Nining. .Nofriza. .Novidzulfikri. .Nur S. .Nuri. .Ozzan. .Olieds. .Pipiet Senja. .Pray. .Putri. .Rahma. .Rahman. .Renha. .Rina. .Selo Widono. .Septina. .Sohibi. .Supriyatna. .Sya. .Syamsudin. .Tary. .Tia Bintari. .Tisha. .Tiza. .Tomy. .Tuti. .tYo. .Umi. .Ummu Aqobah. .Vavai. .Vera. .Verry. .Vita. .Vita Novianti. .Wahyu Annisha. .Wawan. .Winnie. .Yannie. .Yayan. .Yentri. .Yrenn. .Yusi. .Zein. .Jabar. .Aaisyah. .Adionggo. .A Hadiana. .Arvendap. .Asti. .Aty. .Bara Syuhada. .Chandra. .Cold. .Devi. .Dina. .Gitafh. .Hani. .Ian. .Imay. .Irvan. .Kusnandar. .Mpit. .Nie Troozz. .Nimas P. .Nursofia. .Nukla. .Rela. .Rita. .Roel. .Ruanee. .Ryu Tri. .San2net. .Shinta. .Ucupst. .Wisya. .Yanti. .Yosi. .Yoyo. .Zaki. .Yogyakarta. .Ahlul. .Ahmad. .Amma. .Anto. .Arifiani. .ARS. .Budi. .Danang. .Diah. .Eloque. .Frenky. .Jaka Susila. .Munajat. .Puji Astuti. .Resi. .Rhomayda. .Ronny H. .Ryan. .Yudi. .Yulie. .Zenit. .Jateng. .Adi Toha. .Andres. .Areev. .Bhowo. .Doddy. .Imponk. .Ipunk. .Kaze. .Mas Qowi. .Muyasa. .Ombolot. .Penaku. .Sandi. .Sendy. .Sugeng. .Tyo. .Win. .Jatim. .Achedy. .Agus. .Anny. .Anshori Rizal. .Aris. .Bunda Shafiya. .CT. .Foens. .Heru. .Ida. .Ipul. .Jainudin. .Kusaeni. .Lintang. .Nike Trisdiana. .Rifqa. .Surya. .Bali-NTB. .Elka. .Hani. .Sumatera. .Airin. .Ali Asnawi. .Arbi. .deRegen. .Dolla Indera. .Edi Sutoyo. .Evy. .Ismie. .Kaiyo. .Kasmawaty. .Rini A. .Suci. .Kalimantan. .M Azhar. .Henri. .Riza Nopinilianti. .Sulawesi. .Ardin. .Sugi. .Ucha. .Uga. .Australia. .Dini. .Guruh. .Nadia. .Zul. .USA. .Aria. .Belanda. .Dessy. .India. .Ikhsan. .Lisa. .Jerman. .Aksara Kauniyah. .Ali Irawan. .Ari. .Emil. .Ririn. .Tira. .Zubia's Mom. .Jepang. .Ami. .Andian. .Ardhia. .Arida. .Ayu Purwa. .Djito. .Elsa Elmira. .Ika Zakiyyah. .Ivan. .Mama Yomori. .Maruf. .Maya. .Rieska. .Sayyidah. .Safarindiyah. .Titin. .Ummuthoriq. .Malaysia. Arryssa - Alaieffa- Amiza Khusyri- Ayah Abdullatip - Ghafirah Idris - IceCream - Kak Sri Diah - Katarsis - Mamat - Mely - Nimoiz T.Y - Nisah Haron - Salina Ibrahim - Saleha Ahmad - Zuril - Zahrah Nawawi - .Imay. .Pakistan. .Titi. .Singapura. .Unisa. .Yudith F. .Bosnia. .Retno. .Mesir. .Wasugi.

designhood

Mandarin Desaign
Design Blogdrive

bannerhood

Members of Indonesian Muslim Blogger
Proudly to be Indonesian
Best Blogs in Asia
Blog Directory & Search engine



Blogarama - The Blogs Directory


banner Novelis






If you want to be updated on this weblog Enter your email here:
rss feed

setitik jeda ...

Saturday, October 24, 2009
CD Media Relations Handbook

Stanley J Baran (2004, 361)  mendefinisikan Media Relations  sebagai “…the public relations professional maintain good relations with professionals in the media, undestrand their deadlines and other restraints, and earn their trust”. Sementara Philip Lesly (1991:7) memberikan definisi Media Relations sebagai hubungan dengan media komunikasi untuk melakukan publisitas atau merespon kepentingan media terhadap kepentingan organisasi.

Bahwa  Media Relations berdasarkan pada relasi antara individu atau organisasi/perusahaan dengan media.  Media Relations adalah relasi yang dibangun dan dikembangkan dengan media untuk menjangkau publik guna meningkatkan pencitraan, kepercayaan, dan tercapainya tujuan-tujuan individu maupun organisasi/perusahaan.

CD Media Relations Handook ini membantu Anda para praktisi Public Relations maupun pelaksana Media Relations baik di lembaga pemerintahan, perusahaan swasta, pranata humas lembaga, organisasi masyarakat, NGO, dan sebagainya.

CD Media Relations Handook  berisi Public Relations dalam Komunikasi Krisis – Strategi Media Relations – Mengelola Hubungan dengan Media – Berahdapan dengan Jurnalis – Panduan Menulis Rilis – Menulis Berita – Dasar-dasar Jurnalistik – Kode Etik Jurnalistik – Bahasa Jurnalistik -  Software Menulis Surat – PDF Reader – Alamat Media di Indonesia – Blog Public Relations – Menulis Blog untuk Media Relations – Cultural and Media Studies e-Book dan lain sebaginya. Yang pasti, ini akan menuntun Anda dalam MEDIA RELATIONS WRITING!

Di dalam paket ini juga tersedia modul Media Relations yang akan menuntun Anda langkah demi langkah untuk menguasai teori sekaligus praktik Media Relations.

—————————————-

BONUS : Anda juga dapat melakukan konsultasi GRATIS selama 1 [SATU] TAHUN penuh dengan praktisi media relations berpengalaman dan sekaligus kalangan akademisi pemegang master jurnalistik, dan kandidat doktor kajian media. Lebih dari 10 tahun bekerja sebagai manajer public relations baik di perusahaan swasta maupun lembaga swadaya masyarakat.

—————————————–

Bagaimana Anda bisa mendapatkannya?

Pertama, daftarkan diri Anda dan lamat pengiriman ke redaksi @ menulisyuk.com

Kedua, transfer jumlah uang sesuai harga CD (rp.100.000)  ke rekening… BCA KCP Sunrise Garden No Rek 6500067274 atas nama Rully Nasrullah

Ketiga, setelah dikonfirmasi transfer pembayaranbaik melalui email maupun sms dan telepon  maka CD akan segera dikirim

Saatnya Anda seakrang menjadi pelaksana media relations yang profesional!

——————————————————————————–

MENULISYUK KOMUNIKATA
Pengelola program

p. 0812 8749 407
e. redaksi@menulisyuk.com Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya // <![CDATA[
document.write( '' );
// ]]>

idym. arulkhana
w. http://www.menulisyuk.com

Diposting oleh NOVELIS pada 07:56 pm
Sapa kata anda....Pesan Anda Â

Tuesday, June 02, 2009
10 RAHASIA MENGIRIM NASKAH MELALUI EMAIL

1. Pastikan Alamat Email benar
Lihat sekali lagi alamat surat elektronik atau email tujuan benar. Sistem QWERTY di keyboard komputer memungkinkan seseorang salah dalam menulis kata. Perhatikan, sebagai misal saja, huruf ‘b’ dengan ‘n’ berdampingan, kesalahan menekan tombol ‘b’ ketika seharusnya Anda ingin menekan ‘n’ bisa menyebabkan email Anda salah alamat tujuan. Apalagi jika alamat email redaksi tujuan kombinasi antara huruf dan angka, contohnya buku3168192@yahoo.com pasti membuat banyak penulis –mungkin termasuk Anda—yang sulit menghafalnya. Jangan menduga, sebaiknya Anda memastikan bahwa setiah huruf atau angka yang digunakan di email tersebut benar adanya.

2. Email pribadi redaksi atau email resmi perusahaan?
Sudah bukan rahasia lagi bila email resmi perusahaan penerbitan akan berisi puluhan bahkan ratusan email setiap harinya. Baik email yang bersifat pribadi, bertanya di mana bisa mendapatkan buku tertentu, mendapatkan edisi cetak koran sebulan lalu, atau email yang isinya mengirimkan naskah seperti yang Anda lakukan. Nah, ada baiknya Anda berkenalan dengan pihak redaksi yang menjadi penanggung jawab jenis naskah yang akan Anda kirim. Selain akan memotong jalur birokrasi email naskah, juga membuat kiriman naskah Anda akan aman sampai ke tujuan.

3. Jika mengirim ke email pribadi
Tentu yang namanya email pribadi adalah email yang sifatnya pribadi. Mengirimkan naskah ke email pribadi jelas adalah intervensi peruntukkan email. Tetapi jika Anda ingin melakukan itu, segeralah meminta izin kepada yang bersangkutan. Bisa melalui email, sms, atau telepon. Katakan bahwa Anda akan mengirim naskah ke email pribadi dan jangan lupa untuk menyelipkan kata maaf karena menggunakan email pribadi.

4. Taruh dalam daftar alamat email
Semua fasilitas email menyediakan penyimpanan alamat email tujuan. Paraktiknya, setiap Anda mengirimkan email kepada seseorang atau penerbit, maka secara otomatis setelah email terkirim akan muncul kotak permintaan apakah alamat email tujuan akan disimpan atau tidak. Pergunakan fasilitas ini untuk menyimpan semua alamat email penerbit atau redaksi penerbit. Selain memudahkan Anda untuk menemukan alamat email, juga meminimalkan kesalahan alamat email tujuan.

5. Tulis dalam subjek email Anda apa yang Anda kirim
Penulisan keterangan apa yang Anda kirim akan memudahkan pihak redaksi penerbitan untuk memilah email yang masuk. Jika email penerbitan dikelola oleh sekretaris redaksi, maka email Anda akan diteruskan (forward) kepada penanggung jawab tertentu di penerbitan. Misalnya “NASKAH NOVEL DETEKTIF DARI ARUL KHAN” memudahkan penerima email untuk mengetahui apa isinya, jenis/spesifikasi naskah, dan dari siapa yang mengirim.

6. Buatlah pengantar di tubuh email
Walaupun Anda sudah kenal dengan redaksi penerbitan tersebut, tidak ada salahnya Anda membuat konten pengantar di tubuh email yang Anda kirim. Apalagi buat yang baru mengirimkan email naskah; sebuah kata pengantar merupakan perkenalan pertama Anda dengan pihak redaksi. Tulislah siapa Anda, aktifitas, prestasi, kontak, dan yang penting tulislah ketertarikan Anda mengapa akhirnya memutuskan mengirim naskah ke penerbit yang bersangkutan.

7. Kirim dengan pelengkap naskah
Mengirimkan naskah emlalui email sebaiknya juga mengirimkan pelengkap naskah. Anda bisa menyertakan sinopsis naskah di file lain, riwayat hidup penulis, atau foto diri untuk berjaga-jaga siapa tahu buku Anda layak terbit dan foto Anda diperlukan.

8. Perkecil unggahan Anda
Jika Anda mengunggah file naskah beserta pelengkapnya bisa jadi file tersebut terlalu besar. Efeknya, bila redaksi penerbitan mengunduhnya, maka akan memakan waktu yang lama dan terkadang membuat siapapun bosan gara-gara pekerjaan tersebut. Besarnya file naskah Anda bisa terjadi jika naskah Anda banyak emmuat ilustrasi, gambar, atau foto. Tidak ada salahnya Anda memasukkan itu ke dalam satu file seperti ZIP. Berapapu jumlah email Anda bila sudah di-ZIP akan menjadi satu. Anda bisa mendapatkan perangkat lunak ini dengan mengunduhnya di www.softpedia.com secara gratis.

9. Kirim naskah yang telah diproteksi
Untuk menghindari kemungkinan plagiarisme terhadap naskah Anda, sebaiknya ubahlah bentuk naskah Anda dalam bentu file .pdf dan jangan mengirimkan file word office. File .pdf memungkinkan siapapun membacanya, tetapi sekaligus Anda bis memproteksinya dengan tidak bisa dicetak, dikopi, atau diedit. Jangan mengira tidak ada pihak redaksi penerbitan yang nakal; pasti ada stu dua penerbitan yang “mencuri ide” Anda dan mengembangkannya. Banyak CD pemograman .pdf –misalnya varian adobe-- bisa Anda dapatkan dengan harga yang cukup murah.

10. Pastikan email Anda terkirim
Buka bagian sent dalam email Anda dan pastikan bahwa email Anda sudah terkirim ke alamat yang bersangkutan. Jangan hilangkan laporan pengiriman tersebut. Laporan pengiriman akan berguna bagi Anda untuk mengetahui kapan Anda mengirimkan naskah, kepada siapa/penerbit apa Anda mengirim naskah, hingga berapa lama berita naskah Anda setelah dikirimkan.

Diposting oleh NOVELIS pada 12:58 am
Sapa kata anda....Pesan Anda Â

Thursday, February 12, 2009
13 Kesalahan (yang kadang Disengaja) Penerbit ==ADA LOMBANYA!==

Ini adalah daftar dari 10 hal yang nggak mungkin salah satunya pernah menimpa Anda, entah itu penulis pemula maupun penulis yang udah nggak pemula lagi :)

1. Tidak pernah memberi kabar nasib naskah. Sesuai janji atau promosi yang sering dilakukan penerbit “naskah akan dinilai dan dikabari minimal satu bulan sampai tiga bulan”, tetapi udah berbulan-bulan kabar angin pun tidak ada.

2. Hilang ditelan bumi. Dulu awalnya sering nelpon, eh pas naskah di tangan sang penanggung jawab hilang ditelan bumi. Jangankan diangkat telpon, sms atawa email pun nggak di balas. Pas disamperin ke kantor penerbitnya; bilang nggak adalah, udah pindah lah, inilah… itulah… Eh, pas ketemu di pameran buku tu orang pasang wajah nggak berdosa…

3. Tak jadi terbit walau sudah tanda tangan perjanjian. Ini lebih menyesakkan lagi, udah tanda tangan perjanjian eh tahu-tahu dikasih kabar bukunya nggak jadi terbit. Padahal naskah itu sudah setahun nginep di penerbit. “maaf ya, karena kebijkan akhirnya naskah Anda kami batalkan terbitnya. Anda boleh kok nawarin ke penerbit lain.”

4. Pesen pepesan kosong. Ada penerbit yang mesen ini dan mesen itu. Sebagai penulis (apalagi pemula) percaya aja dengan pesen itu. Nah, setelah naskah jadi, malah nggak tahu kabarnya lagi.

5. Diplomasi yang bikin basi. “Coba deh Anda tulis dulu naskahnya. Ntar kita baca.” Maka si penulis buatlah naskah itu dengan serius, berbulan-bulan, menghabiskan modal, tenaga, dan tentu saja pikiran. Pas jadi, jawabannya “wah, nggak asik nih naskah. Kita tolak.” Duh, kenapa ngga dari awal bilang kalo penerbit nggak bisa janji, tapi semua akan diberlakukan sama bahwa naskah yang dinilai adalah naskah yang sudah ada/jadi.

6. Nggak pernah ngasih laporan. Ini banyak banget penerbit yang melakukan ini. Buku udah terbit, tapi laporan sekalipun nggak pernah ada. Jangankan royalti, harapan denger kabar berapa yang terjual pun nggak pernah.

7. Terlambat bayar hak penulis. Kalo udah minta naskah, bisa sehari beberpa kali nelpon. Kalo minta revisi, SMS pasti nyerang terus. Eh, pas ditagih pembayarannya… bilangnya tar sok - tar sok…

8. Laporan ganda yang bayarnya kecil aja. Ini soal kejujuran laporan penjualan penerbit. Penulis kadang dibohongi dengan penjualan resmi, mereka hanya dapat penjualan fiktif yang jelas-jelas serapannya kecil dan dampaknya royalti yang diterima pun kecil banget.

9. Yang tak jelas nasibnya. Buku sudah dicetak, sudah ada di pasar, sudah bertahun-tahun berlalu tapi tetap saja ada yang nggak jelas nasib buku itu selanjutnya. Tidak pernah ngasih kabar bagaimana kelanjutan kerjasama soal buku itu. Eh, tahunya denger kabar perusahaannya udah bangkrut, eh tahunya udah ganti nama penerbit, eh tahunya udah ganti kepemilikan, namun tetep saja nasib penulis nggak pernah dikasih kabar apapun.

10. Dipimpong melulu. Mungkin memang haknya menanya soal naskah, dan ansibnya tapi selalu aja jadi bulan-bulanan di pimpong. Hari ini nanya kepada si A dikasih tahu “tanya si B”. Besok nanya si B eh dibilang “wah itu urusan si C”… sampai pada “eh, maaf si A kemarin udah pindah kerja, jadi naskahnya kita baca lagi”. Deziiiiiiiiiiggg

11. Penulis dikenai kewajiban menjual beberapa ratus eks buku dan itu sudah menjadi kewajiban penulis. Nah lo, susah ngomong deh…

12. Bermain-main dengan surat perjanjian. Misalnya aja nih ya “Royalti akan dibayarkan kalo buku sudah kejual sebanyak 100 eks”. Bayangkan kalo selama 2 tahun buku yang kejual cuma 99 eks aja… sampai kapan juga tu royalti nggak bakal nongol Ini baru satu pasal, belum pasal yang lain…. soal pajak buku yang dibebankan ke penulis, soal hak melihat prof awal sebelum dicetak, soal jumlah pembayaran, soal… soal…

13. Tidak pernah membayar royalti dan hak naskah. Ini udah jelas, nggak perlu diperjelas lagi.

Nah, buat Anda penulis (pemula) yang punya pengalaman menyebalkan berkaitan dengan naskah dan hubungan ke penerbit, sila kirim pengalaman Anda itu ke redaksi@menulisyuk.com ( redaksi at menulisyuk dot com), 10 tulisan menarik akan mendapatkan Paket Buku, CD Writers Marketing seharga Rp100.000 dan Voucher HP Rp10.000.

Tulisan yang Anda kirim akan dipublikasikan di www.menulisyuk.com sebagai artikel yang bisa diakses semua penulis dan menjadi bahan renungan penerbit.

Diposting oleh NOVELIS pada 02:08 am
Sapa kata anda....Pesan Anda Â

Friday, June 27, 2008
Seminar, Jadi Penulis Buku dan Skenario Profesional

Membahas proses kreatif menulis naskah (Buku Fiksi/Non Fiksi, Skenario Program TV) ataupun mewujudkannya dalam sebuah gambar bergerak/film tapi juga akan dibahas pula bagaimana cara mendistribusikan semua karya kreatif itu, baik ke Penerbit, PH ataupun ke tokonya langsung secara cerdas dan pintar.

Fasilitator/Pembicara

  • Dono Indarto  (Penulis Skenario Program TV, "Azizah, Mimpi Manis, Cinderella", dll.)
  • Asa Mulchias* (Penulis buku Fiksi "Kuntilanak, Here I Come" & Non Fiksi "Road to Happiness, Ada Singa Dalam Dirimu")
  • Jastis Arimba (Pemenang Eagle Award Documentary Competition 2007, "Kepala Sekolahku Pemulung")
  • Arul Khan (CEO Menulisyuk, Training Center & Literary Agency, Bagaimana menawarkan naskah secara pintar yang dikemas apik dalam "Writer Marketing")
  • Ronny P Tjandra (Director Jive Collection, Distributor film format DVD. Kemanakah akhir muara film Indie kamu?)

Pelaksanaan :

Minggu,06 Juli 2008,Pkl 09.00 wib–selesai
Pusat Perfilman H Usmar Ismail*
Jl.HR.Rasuna Said Kav.c No.22 Kuningan,Jak- Sel
(Sebelah Pasar Festifal & GOR Bojonegoro)
*Jika peserta melebihi kapasitas, venue akan dipindahkan.
 
Pembukaan Acara dan pembacaa puisi oleh : Bpk. Igo Ilham (Ketua Komisi E, DPRD DKI Jakarta)  

Pendaftaran             : Rp 65.000,
Benefit                    : Snack, lunch, doorprize, sertifikat.

Informasi :
Adi        : 021-99682362
Iecha     : 0813 1831 0869
Tarnie   :  0856 97 545 900

Diposting oleh NOVELIS pada 12:17 pm
Sapa kata anda....Pesan Anda Â

Next Page